Total Tayangan Halaman

Sabtu, 05 November 2011

Gema Takbir di Hari Raya



Sayup terdengar takbir bersahut-sahutan di malam yang sepi. Di wisma yang sepi....
Ini kali keduanya saya bertakbir menyambut hari ied tanpa keluarga...
Terasa sedih memang, terutama saat mendengar takbir pertama bergema sehabis azan Maghrib berkumandang. perasaan senang (karena akhirnya buka puasa juga... hehehe), bersyukur (karena masih bisa mendengar kumandang takbir tahun ini...), sedih sekaligus merinding...

Lebaran Adha kali ini terasa berbeda karena tanpa keluarga dekat...

sepi....

Sempat terpintas dalam hati ketika lebaran Idul Fitri (yg lagi2 nggak di rumah..) kenapa aku mau sekolah jauh-jauh? kenapa aku mau ambil jalan ini? dan beberapa pertanyaan penyesalan dalam hati....
'nyangsang' ditempat yang belum dikenal, nggak ada keluarga... yang dikenal.......

Tapi sungguh semua pertanyaan itu sudah terjawab dengan sendirinya,,,,
perlu mencoba berpikir positif selama berhari-hari...
bersekolah di sini merupakan pilihan saya, memilih sekolah ini dan jurusannya pun pilihan saya, memilih untuk tinggal jauh dari orang tua adalah pilihan saya. Ketika saya memilih itu semua berarti saya harus siap menghadapi segala konsekuensinya,,,

Termasuk saat ini, sendiri ketika malam takbiran...


Beberapa orang bilang mungkin ini adalah sebuah 'proses pendewasaan' yang harus Milla hadapi. Dimana dalam proses itu saya harus banyak memilih, memikirkan konsekuensi dari pilihan saya, bertanggung jawab, serta mandiri dan beberapa hal2 yang tidak saya sukai. Tapi saya mencoba mengerti,,, meskipun sulit.

Di sela-sela gemar takbir yang sahut-menyahut tiada henti ....
sekali lagi, saya mencoba untuk memahami dan mengerti sebuah 'proses pendewasaan' itu dengan berpikir positif dan mengambil hikmah dibalik 'pilihan saya' ini...


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar